Perkembangan Janin 1 Bulan

Perkembangan Janin 1 Bulan

Ketika kehamilan anda masih berusia 1 bulan, umumnya para ibu hamil atau para calon orangtua tidak akan merasa kalau dirinya tengah hamil. Mengapa? Karna di usia 1 bulan ini kondisi janin dalam kandungan masih sangat kecil, sehingga kondisi perut seorang ibu hamil masih belum terlihat seperti orang hamil. Dan di usia 1 bulan ini di dalam rahim seorang ibu hamil belum bisa di katakan sebagai janin, melainkan hanya sekumpulan sel yang membentuk embrio.

Namun meksipun belum berbentuk janin, akan tetapi di usia kehamilan 1 bulan ini bagian bakal mulut, rahang bagian bawah serta tenggorokan tengah dalam proses pengembangan. Bahkan di usia 1 bulan ini si embrio sudah memiliki 2 lubang hitam di bagian wajah yang mana kedua lubang tersebut nantinya akan diisikan oleh sepasang mata.

Bunda, di usia 1 bulan ini embrio mulai memulai dan menyiapkan dirinya untuk membentuk sebuah struktur embrio yang akan menyerupai manusia, bahkan sudah terjadi yang namanya proses pembentukan otak, tulang ekor, tulang belakang, sistem syaraf serta bagian tulang iga yang mana beberapa hal yang kami sbeutkan itu merupakan point penting guna membantu tumbuh kembang si janin nantinya.

Bukan hanya itu, di usia 1 bulan ini juga bahian jantung, jaringan pembuluh darah dan juga bagian airta yang berperan sebagia pembuluh darah sudah mulai terbentuk. Dimana bagian ini nantinya akan menyalurkan darah ke bagian jantung. Dan di usia 1 bulan kehamilan, semua bagian-bagian yang berperan untuk melindungi janin nantinya juga sudah mulai terbentuk.

Seperti apa perkembangan janin usia 1 bulan?

Di usia kehamilan 1 bulan, umumnya setiap ibu hamil akan mengalami pendarahan dengan frekuensi yang sedikit, atau bisa juga di sebut sebagai bercak darah. Dan bercak darah yang keluar ini umumnya menyerupai kondisi ketika kita para wanita hendak menstruasi. Bedanya, bercak darah yang keluar ketika akan menstruasi nantinya akan di susul dengan keluarnya darah segar dengan frekuensi yang cukup banyak, sedangkan ketika Anda hamil bercak darah yang keluar hanya akan terjadi satu atau 2 hari saja, dan setelah itu tidak akan lagi keluar pendarahan tersebut.

Mengapa bercak darah bisa keluar di usia 1 bulan kehamilan? Hal ini di karenakan adanya dampak dari proses implantasi serta adanya proses penempelan embrio di bagian dinding rahim si ibu.

Setelah proses penempelan embrio berhasil di lakukan, maka disini bagian hormon HCG atau Chorionic Gonadotropin yang memiliki fungsi untuk mendeteksi kehamilan mulai di sekresi.

Nah, penting untuk di ketahui. Di usia kehamilan 1 bulan, janin atau embrio masih memiliki ukuran yang sangat kecil, bahkan ukurannya bisa menyerupai satu butir beras yang memiliki ukuran sekitar 6-7 mm atau sekitar 1/8 inch. Namun meksipun demikian, di usia 1 bulan ini Anda sudah bisa melihat bakal janin di dalam kandungan ketika Anda melakukan proses USG.

Bunda, meskipun Anda masih belum terlihat seperti seorang ibu hamil, namun di usia 1 bulan Anda akan mulai merasakan gejala kehamilan ketika kehamilan memasuki usia 1 bulan ini atau di sebut juga dengan masa trimester pertama. Dan gejala umum yang biasanya akan di rasakan para ibu hamil adalah seperti perasaan mual yang disertai dengan muntah dengan frekuensi waktu yang cukup sering bahkan bisa di rasakan setiap hari yang di sebut dengan morning sickness.

Bukan hanya morning sickness, di usia 1 bulan ini juga umumnya para ibu hamil akan mengalami yang namanya ngidam atau bahkan menghindari beberapa makanan yang memiliki bau menyengat, dan itu terjadi hanya para sebagian ibu hamil. Mengapa? Karna ada juga kasus di mana ibu hamil di usia 1 bulan tidak mengalami morning sickness atau bahkan mengidam.

Nah, tanda-tanda lain Anda tengah hamil juga ditandai dengan bagian payudara yang terasa sangat kencang hingga ukurannya bisa lebih besar dari biasanya. Bahkan Anda akan mengalami sering buang air kecil yang memang kondisi ini di sebabkan oleh lapisan kandung kemih yang mengalami peningkatan sekresi hormon progestoren.

Untuk mengecek apakah Anda hamil atau tidak, Anda bisa memanfaatkan tespeck untuk langkah awalan. Setelah hasilnya positif, maka Anda bisa langsung memeriksakannya ke dokter guna memastikan kehamilan Anda.

Artikel terkait:

9

No Responses

Write a response